Monday, July 31, 2006

Agar Anak Mencintai Ilmu
Monday, 31 July 2006

Perumpamaan orang yang mempelajari ilmu pada waktu kecil adalah seperti memahat batu, sedangkan perumpamaan mempelajari ilmu ketika dewasa adalah seperti menulis di atas air. [HR. ath-Thabrani dari Abu Darda' ra].

Dalam sejarah, tidak ditemukan suatu agama yang mendorong pemeluk-nya untuk memberikan pengajaran kepada anak-anak seperti Islam. Islam menjadikan seorang Muslim memiliki antusiasme yang sangat tinggi untuk belajar dan mengajar. Antusiasme inilah yang menjadikan mereka sangat isimewa sepanjang sejarahnya yang panjang. Apalagi bagi mereka, menuntut ilmu adalah ibadah yang paling utama, yang bisa dijadikan media untuk mendekatkan diri kepada Alllah.


Masa kanak-kanak merupakan fase yang paling subur untuk melakukan pembinaan keilmuan dan pemikiran. Pada masa ini daya tangkap dan daya serap otak mereka berada pada kemampuan maksimal; dada mereka lebih longgar dan lebih hapal terhadap apa yang mereka dengar. Abu Hurairah ra. meriwayatkan secara marf?', bahwa Rasulullah saw. bersabda (yang artinya): Siapa yang mempelajari al-Quran ketika masih muda, maka al-Quran itu akan menyatu dengan daging dan darahnya. Siapa yang mempelajarinya ketika dewasa, sedangkan ilmu itu akan lepas darinya dan tidak melekat pada dirinya, maka ia mendapatkan pahala dua kali. (HR al-Baihaqi, ad-Dailami, dan al-Hakim).

Agar para orangtua dapat mengarahkan anak melangkah menuju ilmu, belajar, serta mencintai ilmu dan ulama, ada beberapa hal penting yang harus ditempuh:

1. Tanamkan bahwa menuntut ilmu adalah perintah Allah Swt.

Kecintaan anak kepada Allah, yang seyogyanya sudah terlebih dulu ditanamkan, akan memunculkan ketaatan pada perintah-Nya dan takut akan azab-Nya, termasuk dalam menuntut ilmu. Cinta dan takut kepada Allah akan memunculkan sikap konsisten dalam mencari ilmu tanpa bosan dan dihinggapi rasa putus asa.

2. Tanamkan bahwa al-Quran adalah sumber kebenaran.

Al-Quran sebagai sumber kebenaran (QS al-Maidah [5]: 48) sejak awal harus disampaikan oleh orangtua kepada anak. Semua yang benar menurut al-Quran itulah yang harus dan boleh dilakukan. Ini memerlukan keteladanan orangtua. Dengan begitu, anak akan melihat realisasi al-Quran sebagai sumber kebenaran dalam setiap perilaku orangtuanya. Begitu pula ketika menilai suatu keburukan, semuanya dinilai dengan standar al-Quran.

3. Ajarkan metode belajar yang benar menurut Islam.

Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani menjelaskan dalam kitab As-Syakhshiyah al-Isl?miyyah jilid 1, bahwa Islam mengajarkan metode belajar yang benar, yaitu:
1. Mempelajari sesuatu dengan mendalam hingga dipahami apa yang dipelajari dengan benar.
2. Meyakini ilmu yang sedang dipelajari hingga bisa dijadikan dasar untuk berbuat.
3. Sesuatu yang dipelajari bersifat praktis, bukan sekadar teoretis, hingga dapat menyelesaikan suatu masalah.

Dalam mempelajari alam semesta, misalnya, dikatakan secara teoretis bahwa bulan mengelilingi bumi. Untuk menjadikannya sebagai pemahaman yang mendalam haruslah anak diajak melihat fakta bulan, yang dari hari ke hari berubah bentuk dan besarnya. Dengan demikian, anak pun menjadi yakin bahwa perubahan tanggal setiap harinya adalah karena peredaran bulan. Dengan begitu, ia dapat mengetahui bahwa menentukan tanggal satu Ramadhan, misalnya, adalah dengan melihat bulan.

4. Memilihkan guru dan sekolah yang baik bagi anak.

Guru adalah cermin yang dilihat oleh anak sehingga akan membekas di dalam jiwa dan pikiran mereka. Guru adalah sumber pengambilan ilmu. Para Sahabat dan Salaf ash-Sh?lih sangat serius di dalam memilih guru yang baik bagi anak-anak mereka.

Ibnu Sina dalam kitabnya, As-Siy?sah, mengatakan, "Seyogyanya seorang anak itu dididik oleh seorang guru yang mempunyai kecerdasan dan agama, piawai dalam membina akhlak, cakap dalam mengatur anak, jauh dari sifat ringan tangan dan dengki, dan tidak kasar di hadapan muridnya."

Imam Mawardi (dalam Nash?hah al-Mul?k hlm. 172) menegaskan urgensi memilih guru yang baik dengan mengatakan, "Wajib bersungguh-sungguh di dalam memilihkan guru dan pendidik bagi anak, seperti kesungguhan di dalam memilihkan ibu dan ibu susuan baginya, bahkan lebih dari itu. Seorang anak akan mengambil akhlak, gerak-gerik, adab dan kebiasaan dari gurunya melebihi yang diambil dari orangtuanya sendiri."

Begitupun memilihkan sekolah yang baik yang di dalamnya diajarkan hal-hal yang tidak bertentangan dengan agama, apalagi yang merusak akidah anak-anak Muslim. Banyak orangtua memilih sekolah untuk anaknya sekadar agar anak dapat memperoleh ilmu dan prestasi yang bagus, tetapi lupa akan perkembangan kekokohan akidah dan akhlaknya.

Namun demikian, tentulah guru yang paling pertama dan utama adalah orangtuanya, dan sekolah yang paling pertama dan utama adalah rumah tempat tinggalnya bersama orangtua.

5. Mengajari anak untuk memuliakan para ulama.

Abu Umamah ra. menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda (yang artinya): Ada tiga manusia, tidak ada yang meremehkan mereka kecuali orang munafik. Mereka adalah orangtua, ulama, dan pemimpin yang adil. (HR ath-Thabrani).

Ulama adalah pewaris para nabi. Memuliakan dan menghormati mereka, bersikap santun dan lembut di dalam bergaul dengan mereka, adalah di antara adab yang harus dibiasakan sejak kanak-kanak. Memuliakan ulama menjadikan anak akan memuliakan ilmu yang diterimanya, yang dengannya Allah menghidupkan hati seseorang. Abu Umamah ra. juga menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda (yang artinya): Sesungguhnya Luqman berkata kepada putranya, "Wahai anakku, engkau harus duduk dekat dengan ulama. Dengarkanlah perkataan para ahli hikmah, karena sesungguhnya Allah menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah, sebagaimana Dia menghidupkan bumi yang mati dengan hujan deras." (HR ath-Thabrani).

6. Membiasakan seluruh keluarga membaca dan menghapal ayat-ayat al-Quran dan Hadis Nabi saw.

Dalam membina akidah anak, mengajarkan al-Quran dan Hadis Nabi saw. adalah hal yang utama dalam membentuk mentalitas anak. Keduanya merupakan sumber untuk menghidupkan ilmu yang akan menyinari dan menguatkan akal. Para Sahabat ra. sangat berambisi sekali mengikat anak-anak mereka dengan al-Quran. Anas bin Malik ra., setiap kali mengkhatamkan al-Quran, mengumpul-kan istri dan anak-anaknya, lalu berdoa untuk kebaikan mereka.

Pada masa Rasulullah saw. masih hidup, Ibnu Abbas ra. telah hapal al-Quran pada usia sepuluh tahun. Imam Syafii rahimahull?h telah hapal al-Quran pada usia tujuh tahun. Imam al-Bukhari mulai menghapal hadis ketika duduk dibangku madrasah dan mengarang kitab At-T?r?kh pada usia 18 tahun.

7. Membuat perpustakaan rumah, sekalipun sederhana.

Mempelajari ilmu tak akan lepas dari kitab ataupun buku-buku sebagai media referensi yang senantiasa akan memenuhi kebutuhan ilmu. Keberadaan perpustakaan rumah menjadi hal yang sangat penting untuk mengkondisikan anak-anak seantiasa dekat dengan ilmu dan bersahabat dengan kitab-kitab ilmu.

Imam asy-Syahid Hasan al-Banna dalam Ris?lah-nya, Sarana Paling Efektif dalam Mendidik Generasi Muda dengan Pendidikan Islam yang Murni, mengatakan, "Adalah sangat penting adanya perpustakaan di dalam rumah, sekalipun sederhana. Koleksi bukunya dipilihkan dari buku-buku sejarah Islam, biografi Salafus Sh?lih, buku-buku akhlak, hikmah, kisah perjalanan para ulama ke berbagai negeri, kisah-kisah penaklukan berbagai negeri, dan semisalnya…."

8. Mengajak anak menghadiri majelis-majelis kaum dewasa.

Nabi saw. pernah menceritakan bahwa beliau ketika masih kecil juga turut menghadiri majelis-majelis kaum dewasa. Beliau mengatakan: "Aku biasa menghadiri pertemuan-pertemuan para pemuka kaum bersama paman-pamanku…." (Diriwayatkan oleh Abu Ya'la dengan sanad sahih dalam Musnad-nya [2/157] dan oleh Ahmad [1/190]).

Dengan membawa anak-anak ke majelis orang dewasa, akalnya akan meningkat, jiwanya akan terdidik, semangat dan kecintaannya kepada ilmu akan semakin kuat. Wall?hu a'lam bi ash-shaw?b.

Oleh: Rasyidah Munir

Wednesday, July 26, 2006

Jordan Islamic Hospital: Hospital Tubuh Badan dan Sekolah Kehidupan Saya

Oleh: Muhammad Haleem

Semasa di Jordan, saya pernah dirawat sebanyak dua kali di Jordan Islamic
Hospital. Nama itu adalah nama yang berat untuk dipikul oleh sebuah
hospital kerana ia membawa kepada masyarakat menilai setiap aspek hospital
tersebut sama ada menepati Islam atau tidak. Memang tidak dinafikan,
hospital tersebut cuba menjaga pelbagai sudut operasinya agar
menepati Islam. Saya menghargainya.

Misalnya, wad lelaki dan perempuan diasingkan, di mana wad perempuan
dikendalikan sepenuhnya oleh kakitangan perempuan. Daripada jururawat,
hinggalah kepada kerani dan pekerja membersih lantai. Manakala di wad
lelaki pula, keadaannya sama iaitu semua jururawat dan kakitangan yang
lain, lelaki. Mungkin kita sinis dengan situasi begini, tetapi
sekurang-kurangnya Jordan Islamic Hospital telah mengorak langkah.

Namun, apa yang saya kenang sampai bila-bila adalah budi bahasa kakitangan
hospital tersebut. Selepas menerima rawatan, saya diserahkan bil sebanyak
JD1200 iaitu kira-kira RM7 ribu. Tentulah jumlah ini mustahil untuk saya.
Saya bertanya, apakah ada peluang untuk saya memohon bantuan kewangan atau
mungkin dikurangkan jumlah bil tersebut. Saya diberitahu oleh kakitangan
kewangan hospital, agar berjumpa terus dengan pegawai yang bertanggungjawab
di dalam hal ini.

"Saya mohon agar dikurangkan bayaran bil ini kerana jumlahnya terlalu
besar. Saya memilih untuk menjalani pembedahan di hospital ini kerana saya
yakin dengan 'kualiti perkhidmatan' yang diberikan, di samping suasana
Islamnya', saya cuba memohon pertimbangan.

"Ya akhuy!, bagaimanakah kesihatan kamu sekarang?", itu ayat yang keluar
dari mulut pegawai tersebut.

"Alhamdulillah beransur baik. Syukur kepada Allah.", saya menjawab sambil
terpinga-pinga menanti jawapan tentang bil itu tadi.

"Selain rawatan, apakah yang kamu dapat selama kamu berada di hospital
ini?", tanyanya lagi.

"Saya dapat dua orang kawan baru. Seorang pesakit berbangsa Sudan yang
menghadiahkan saya lawatan setiap hari. Dia sentiasa membantu saya bangun
untuk mengerjakan Solat. Seorang lagi adalah pesakit dari selatan Jordan.
Dia menghadiahkan saya senaskhah al-Quran dan seutas tasbih.

Pelajaran berharga yang saya dapat adalah PERSAUDARAAN ISLAM", saya cuba
memberikan penjelasan.

"Setujukah kamu kalau saya katakan Islam itu indah?", beliau seakan-akan
cuba menduga saya.

"Ya, memang indah", saya menjawab.

"Jika persaudaraan menjadi Islam, ia menjadi persaudaraan yang indah. Jika
kehidupan kita menjadi Islam, ia menjadi kehidupan yang indah. Jika
hospital ini menjadi Islam, ia pasti menjadi hospital yang indah. Betul
tak?", beliau tersenyum kepada saya.

"Ya, saya hanya sakit fizikal, tetapi fikiran dan jiwa saya tenang.", saya
membalas.

" Ya akhi, tulislah di kertas ini apa-apa cadangan kamu untuk kami
tingkatkan kualiti perkhidmatan kami di sini. Kamu sudah membayar 200 Dinar
semasa pendaftaran tempoh hari, betul tak?", ujarnya.

"Ya. JD200", saya menjawab.

"Nah, ambillah baki 60 Dinar. Jagalah kesihatan kamu sebab kamu pelajar
Syariah. Kamu perlukan kesihatan yang baik untuk melaksanakan tugas kamu di
dalam masyarakat", pegawai itu menghulurkan tiga keping wang kertas 20
Dinar bersama sekuntum senyuman.

Subhanallah, saya jadi keliru. Saya sepatutnya membayar JD1200 tetapi
akhirnya, menjadi hanya JD140 sahaja.

Saya cuba mendapatkan penjelasan berkenaan dengan hal ini. Kata pegawai
terbabit, mereka meletakkan cas yang standard kepada pesakit kerana
hospital itu adalah hospital pakar swasta. Namun, ia adalah keperluan,
bukan tujuan. Sebarang bantuan kewangan, hanya dihulurkan jika pesakit atau
warisnya mahu bertemu dengan pegawai yang telah ditetapkan. Dan apabila
bertemu, pegawai itu akan melaksanakan misinya menyampaikan mesej-mesej
Islam kepada pesakit atau waris tersebut.

Itulah kenangan saya semasa menerima rawatan dan pembedahan di Jordan
Islamic Hospital. Apa yang menjadi ingatan saya hingga ke hari ini,
bukanlah pada kecantikan landskapnya, atau wad dan bilik pembedahan yang
canggih. Tetapi yang menjadi ingatan untuk saya terus mendoakan kemajuan
hospital tersebut adalah pada budi bahasa pegawainya, serta
'pelajaran-pelajaran berharga' selama saya di hospital tersebut.

Mungkin ada yang ketawa sinis membaca cerita saya ini. Alahai macam
hospital di kayangan pula bunyinya!

Izinkan saya untuk membalas ketawa itu dengan senyuman. Seorang yang mahu
menikmati Syurga Akhirat, mestilah terlebih dahulu menikmati Syurga dunia.
Syurga dunia itu adalah pada kesejahteraan iman dan ketenangan diri yang
syukur, sabar dan redha. Jika rumah tangga kita bagai neraka, jika tempat
kerja kita bagai neraka,....

Maafkan saya, dari Allah jua dipohon keampunan.
Wassalamualaikum wbt.

Hizbullah: Siapakah Mereka?

oleh : Maszlee Malik

Jika umat Islam sedunia hanya mampu bersedih semenjak rakyat Palestin sekeluarga dibunuh dengan kejam oleh tentera rejim Zionis di Pantai Gaza, kini mereka boleh berasa bersemangat kembali. Serangan-serangan rejim Zionis ke atas rakyat Palestin di Gaza dan Tebing Barat pasca kemenangan HAMAS di dalam pilihanraya Majlis Legaslatif yang lalu kini agak terubat. Pertamanya, operasi "al-Wahm al-Mubaddad" (prasangka yang dihapuskan) yang dilancarkan bersama oleh Briged al-Qassam (HAMAS), Alwiyat al-Nasir (Mantan Fatah) dan al-Jaysh al-Islami ke atas pos tentera Zionis di Kufr Abu Salim di dalam Palestin 1948. Operasi yang telah menyaksikan bagaimana pos kawalan tentera itu telah berjaya ditembusi dari bawah tanah dan menyebabkan tiga orang tentera mereka terkorban, tawanan seorang tentera mereka , kecedaraan ramai yang lain serta kemusnahan dua kereta kebal tercanggih rejim Zionis. Operasi tersebut benar-benar telah mengejutkan rejim Zionis yang selama ini menyangkakan bahawa rakyat Palestin lemah dan tidak berupaya menyerang balas.

Malangnya dengan alasan untuk membebaskan tenteranya yang ditawan itu, rejim Zionis telah mengorbankan (sehingga 18 Julai 2006) lebih 85 nyawa warga awam Palestin, mencederakan ratusan yang lain, merobohkan puluhan rumah dengan bedilan roket dan kereta kebal, menyerang universiti Islam Gaza, membedil pejabat-pejabat kerajaan, menculik 24 ahli parlimen HAMAS, menangkap 40 pegawai-pegawai kerajaan dan Dato' Bandar serta memenjarakan lima orang menteri kabinet kerajaan Palestin. Setiap hari semenjak 25 Jun 2006 (hari operasi tersebut dilaksanakan), bandar-bandar di Gaza dan Tebing Barat menjadi mangsa serangan tentera rejim Zionis. Malang sekali lagi, seperti yang diungkapkan oleh Perdana Menteri Palestin, Ismail Haniyyeh, kemanakah dunia?, kemanakah masyarakat antarabangsa?, mengapakah sepi dan sunyi tanpa mengutuk kekejaman rejim Zionis tersebut.

Akhirnya kesunyian masyarakat antarabangsa ini telah dipecahkan oleh tindakan berani Hizbullah yang berpusat di selatan Lubnan. Kejayaan mereka menyerang konvoi tentera Zionis serta membunuh lapan orang tentera dan menawan dua yang lain adalah tindakan yang paling nekad dilakukan oleh Hizbullah. Sekali lagi rejim Zionis ditekan apabila Hizbullah memberikan syarat pemulangan dua tentera tersebut dengan pertukaran tahanan warga Lubnan, Syria dan Arab yang lain di penjara Zionis. Tindakan mereka juga seolah-olah menunjukkan kepada para pemimpin Arab yang bacul bagaimanakah caranya untuk mengajar rejim Zionis. Persoalan yang berlegar di dalam masyarakat masa kini adalah, "Siapakah Hizbullah?"


Pejuang Hizbullah sedang bersiap sedia menggempur rejim Zionis


Artikel ini akan cuba menjawabnya...

Syiah di Lubnan

Di dalam membicarakan tentang Hizbullah kita tidak dapat lari daripada membincangkan perihal komuniti Syiah di Lubnan. Lubnan merupakan sebuah negara Arab yang unik. Lubnan merupakan sebuah negara yang mempunyai rakyat dari pelbagai latar belakag agama dan mazhab. Kristian dari pelbagai gerejanya, seperti Maronites (yang dominan), Ortodoks, Katolik, Muslim Sunni dan Muslim Syiah, Druze dan lain-lain lagi merupakan di antara pluralisme masyarakat Lubnan. Keunikan ini telah menyebabkan mereka terpaksa bersatu di bawah sistem demokrasi versi kepuakan (taifiyyah). Sistem ini juga telah menjadi sebahagian daripada perlembagaan mereka. Kononnya sistem tersebut bertujuan untuk menjaga keharmonian. Pada hakikatnya bukanlah keharmonian yang ingin dijaga, tetapi kepentingan kaum Kristian Maronites yang merasakan ketuanan mereka di bumi tersebut. Bayangkan bilangan mereka yang kurang dari 30% dan dikelilingi oleh majoriti umat Islam, tetapi mereka mempunyai kuasa yang lebih dan berpengaruh di negara tersebut

Di kalangan kesemua kelompok itu, Syiah merupakan golongan yang paling minoriti dan lemah pada asalnya. Awal kurun ke-20 sehingga tahun 60'an telah menyaksikan bagaimana kelompok Syiah merupakan golongan yang terkebelakang dalam bidang ekonomi, pelajaran dan juga sosial. Mereka lebih dikenali sebagai kelompok yang mengasingkan diri dan sering dilayan sebagai warga kelas kedua di Lubnan. Walau bagaimanapun hal ini telah mula berubah pada tahun-tahun 70'an. AMAL, sebuah pertubuhan yang menjadi payung kepada masyarakat Syiah, terutamanya di kawasan selatan Lubnan telah berusaha memperjuangkan nasib dan hak mereka sebagai rakyat Lubnan. AMAL adalah singkatan kepada "Afwaj al-Muqawimah al-Lubnaniyah" (Batalion Penentangan Lubnan) dan AMAL di dalam bahasa Arab membawa maksud "Harapan". .

Perubahan ini disebabkan oleh kehadiran Musa Sadr, seorang ulama berketurunan Syiah Najaf yang tinggal di Iran telah berhijrah ke selatan Lubnan. Sebagai anak murid kepada Khomeini dan seorang ulama Syiah yang disegani beliau telah berjaya menyatukan kelompok Syiah di Lubnan yang sebelum itu bepecah belah. Beliau seorang pemimpin yang amat karismatik. Ucapan-ucapan beliau telah dapat menarik ramai pemuda-pemuda Syiah untuk bangkit dan memperbaiki kehidupan mereka. AMAL yang diasaskan oleh beliau telah berjaya menyatukan para pemuda Syiah untuk melakukan perubahan terhadap kehidupan masyarakat syiah di sana. Anak-anak muda yang sebelum itu kebanyakannya terpengaruh dengan fahaman kiri dan sosialis kini telah kembali ke jalan agama dan ke jalan Syiah yang dibawa oleh Sadr.


Hassan Nasrallah berjaya menggerakkan tentera-tenteranya menyerang rejim Zionis di selatan Lubnan.


Beliau telah berjaya meniupkan semangat revolusi di dalam hati para pemuda Syiah dengan membawa ideologi "Jihad Karbala" yang berinspirasikan kematian Hussein, cucu Rasualullah SAW yang telah dibunuh oleh Yazid bin Muawiyah. Pada thaun 1975, ketika meletusnya peperangan saudara di Lubnan, Sadr telah menubuhkan sayap ketenteraan AMAL. Keadaan sosio ekonomi golongan Syiah yang teruk itu telah mendorong ramai pemuda Syiah untuk menyertai sayap ketenteraan tersebut. Sikap tidak puas hati terhadap golongan Kristian Maronites yang berkuasa di Lubnan dan juga ahli Sunnah yang dominan juga telah mendorong AMAL untuk bersikap radikal.

Pada tahun 1978, ketika berkunjung ke Tripoli, Libya, Musa Sadr telah diculik dan hilang sehingga hari ini. Kehilangan beliau telah menimbulkan rasa marah para pengikutnya yang telah diterjemahkan kepada sikap radikalisme dan kesungguhan untuk berjuang demi Syiah. Walaupun beliau telah hilang, namun semangat revolusi beliau dan juga karismatik beliau sentiasa berada di dalam hati-hati para penganut mazhab Syiah di Lubnan sehingga ke hari ini. Setiausaha Agung Hizbullah, Syed Hassan Nasrallah sehingga kini sentiasa menyebut nama Sadr di dalam ucapan-ucapannya. Bagi Nasrallah, Sadr merupakan ikon kepada perjuangan Syiah di Lubnan.

AMAL dan AMAL Islamiyyah

Kehilangan Sadr telah membawa perubahan di dalam AMAL. Perkembangan AMAL yang drastik dan juga kemajuan mereka telah membawa pertubuhan tersebut menceburkan diri ke dalam bidang politik. AMAL, pasca Sadr telah dipimpin oleh golongan professional Syiah dari kalangan pemuda mereka. Nabih Berri, seorang peguam dan wakil golongan profesional Syiah telah diberikan amanah untuk memimpin AMAL. Di bawah pimpinan Berri, AMAL telah bertukar menjadi sebuah pertubuhan nasionalis Syiah. Beliau lebih memperjuangkan nasib Syiah sebagai rakyat Lubnan dan memastikan golongan Syiah mendapat peranan yang lebih di dalam sistem politik Lubnan. Hal ini telah membuatkan golongan agama dan pemuda-pemuda pro-Iran tidak puas hati dengan Berri. Bagi mereka, tujuan asal penubuhan AMAL menurut inspirasi Sadr adalah untuk menubuhkan sebuah negara Islam seperti Iran.

Pada tahun 1982, satu peristiwa besar telah berlaku dan telah menyebabkan AMAL terus berpecah. Penjajahan rejim Zionis ke atas Lubnan dan juga operasi "Peace in Galilee" yang dilancarkan oleh Sharon pada ketika itu telah merubah lanskap AMAL. Rejim Zionis yang telah menerima kekalahan besar pada awalnya. Ini dapat dilihat pada angka kematian 500 tentera mereka akibat operasi tersebut, sepertimana yang telah disebutkan oleh Robert Fisk di dalam bukunya Pity the poor nation. (Lihat: Fisk (1992), Pity, London: Oxford Univ. Press, hal. 270). Kerugian yang amat besar di pihak Zionis ini telah memaksa pati Likud yang memerintah pada waktu itu untuk menerima usul AS demi menyelesaikan isu penjajahan tersebut. Likud terpaksa akur dengan keputusan tersebut kerana bimbang kehilangan sokongan rakyat terhadap mereka akibat kerugian besar di alami oleh pihak tentera rejim lewat peperangan itu.

Ronald reagen, Presiden AS pada waktu tersebut telah menghantar Philip Habib sebagai wakil mereka untuk menyelesaikan peperangan tersebut. Philip telah menjadi orang tengah di antara rejim Zionis dengan kumpulan-kumpulan di Lubnan. Presiden Lubnan pada waktu itu, Ilyas Sikis telah membentuk Jawatankuasa Penyelamat Nasional yang terdiri daripada lima orang wakil kelompok-kelompok di Lubnan. Berri merupakan salah seorang daripada mereka. Melalui perbincangan dengan Philip, beberapa keputusan telah dicapai. Antaranya, Kedua-dua belah pihak bersetuju untuk gencatan senjata dan juga mengahalau para pejuang PLO yang berpusat di Lubnan keluar daripada negara tersebut. Perkara ini telah mendapat bantahan umat Islam secara majoriti di Lubnan. Presiden Lubnan yang baru naik menggantikan Sirkis, Rached Karami sendiri telah membantah keputusan tersebut. Menurutnya, ia adalah pengkhianatan terhadap perjuangan rakyat Palestin dan perjuangan menentang penjajahan Zionis. Keputusan tersebut juga dianggap bertentangan dengan inspirasi rakyat Lubnan yang ingin menghalau tentera Zionis keluar daripada negara mereka.

Walaupun sepanjang tempoh penjajahan Zionis, sayap ketenteraan AMAL telah mendapatkan momentum mereka. Malangnya, apabila Nabih Berri menyertai Jawatankuasa Penyelamat Nasional tersebut, pendokong AMAL, terutamanya golongan agama, para pemuda dan mujahidin telah menentang beliau. Perkara tersebut telah memaksa Hussain Musawi, orang nombor dua di dalam AMAL untuk membuat bantahan terbuka. Krisis tersebut telah cuba diselesaikan oleh Iran yang ingin menjadi orang tengah. Malangnya Berri enggan tunduk kepada keputusan Iran yang dilihat menyebelahi Musawi. Natijahnya, Musawi dan ramai dari kalangan anggota AMAL meninggalkan AMAL secara beramai-ramai dan berpusat di Baalbak, di Lembah Bika. Di sana, pada 12 Julai 1982, dia telah menubuhkan AMAL al-Islamiyyah. AMAL al-Islamiyyah ini menurut beliau adalah usaha untuk mengekalkan keaslian ajaran Khomeini dan juga Sadr di kalangan pengikut Syiah Lubnan. Kemunculan AMAL al-Islamiyyah ini merupakan titik awal tertubuhnya Hizbullah.

Pengawal Revolusi

Peperangan di antara Zionis dan rakyat Lubnan telah mengundang campurtangan Iran. Pada waktu yang sama penubuhan AMAL al-Islamiyyah, Iran telah menghantarkan lebih 1500 pengawal revolusi mereka ke sana melalui Syria. Pada asalnya, tujuan para pengawal yang merupakan para komando revolusi Iran itu adalah untuk menyertai peperangan membantu rakyat Lubnan melawan rejim Zionis. Keadaan pejuang Syiah Lubnan yang serba kekurangan dan juga tidak terlatih telah menukar haluan para pengawal tersebut. Mereka telah mengambil peranan sebagai pelatih kepada para pejuang Syiah AMAL al-Islamiyyah dengan pelbagai latihan peperangan. Mereka juga telah mendidik para pemuda Syiah dengan ajaran Syiah yang sebenarnya dan juga doktrin-doktrin Khomeini. Akhlak, kesungguhan dan juga semangat para pengawal revolusi telah berjaya menawan hati penganut Syiah Lubnan. Di samping melatih para komando AMAL al-Islamiyyah dan mendidik mereka dengan ajaran agama, para pengawal tersebut juga tidak ketinggalan melakukan usaha-usaha kebajikan kepada masyarakat Syiah yang serba dhaif di Lubnan. Bermula dari saat inilah Syiah di Lubnan mula menjadi salinan karbon kepada kerajaan Syiah Iran.

Para pengawal ini pada akhirnya telah berjaya menukarkan kawasan Bika kepada kawasan yang dikuasai sepenuhnya oleh Syiah berteraskan ideologi revolusi Iran. Rakyat Syiah Lubnan yang paa asalnya telah putus asa untuk berjuang telah berjaya dipulih semangat untuk berjuang. Di bawah panji "Kehancuran bagi negara Zionis" yang dilaungkan oleh Khomeini, para pemuda Syiah Lubnan telah bangkit untuk memperjuangkan kemerdekaan Lubnan dan berusaha untuk membebaskan al-Aqsa. Antara para pemuda Syiah Lubnan yang telah dilatih oleh para pengawal tersebut ialah Abbas Musawi, pemimpin tertinggi pertama Hizbullah. Antara fenomena baru yang berlaku pasca kedatangan pengawal revolusi juga ialah budaya cadur dan bertudung. Wanita-wanita Syiah Lubnan pra-kedatangan para pengawal tersebut adalah seperti wanita-wanita Lubnan yang lain. Budaya bertudung bukanlah sesuatu yang popular di kalangan mereka. Namun enam bulan selepas kedatangan para pengawal segalanya telah berubah selaras dengan kesedaran beragama di kalangan masyarakat Syiah Lubnan, terutamanya di kawasan Bika.


Di bawah dua slogan dan doktrin tersebut, akhirnya pada tahun 1983, penyatuan kumpulan-kumpulan Syiah tersebut telah menubuhkan Majlis Syura Lubnan.


Pengaruh revolusi ini akhirnya merebak ke selatan Lubnan yang didominasi oleh masyarakat Syiah. Suasana penjajahan Zionis dan juga peperangan yang berlaku di selatan telah mempercepatkan lagi pengaruh revolusi untuk tersebar. Para pejuang Syiah telah menunjukkan kehandalan mereka bertempur dengan tentera Zionis secara militia. Perkara ini telah menyebabkan tentera Zionis menghadapi tentangan yang hebat dan juga kerugian nyawa yang banyak. Pencapaian yang mengkagumkan ini telah berjaya menarik ramai lagi para pemuda Syiah untuk menyertai jihad menentang Zionis.

Hizbullah

Projek jihad Syiah ini semakin berkembang. Pelbagai arus dan individu yang berpengaruh telah menyertainya, namun setipa kumpulan dan setiap individu mempunyai agenda yang tersendiri. Iran telah mengambil peluang untuk menyatukan mereka di bawah dua doktrin utama, "Bersatu di bawah Wilayah al-Faqih (Khomeini)" dan "Bersatu menentang Zionis". Khomeini yang telah diziarahi oleh para pemimpin kumpulan-kumpulan Syiah Lubnan tersebut telah merestui penyatuan mereka dan menyeru mereka agar meneruskan perjuangan. Di bawah dua slogan dan doktrin tersebut, akhirnya pada tahun 1983, penyatuan kumpulan-kumpulan Syiah tersebut telah menubuhkan Majlis Syura Lubnan. Mereka dipimpin oleh kepimpinan kolektif yang dianggotai oleh para ulama, iaitu Said Abbas Musawi, Syeikh Subhi Tafeili, Syeikh Hassan Korani, Said Hassan Nasrallah, Syeikh Muhammad Yezbek, Syeikh Afif al-Nablusi, Said Ibrahim Amin dan beberapa anggota profesional seperti Hussain Musawi, Muhammad Fineish dan Muhammad Ra'ad.

Penyatuan ini telah berjaya menarik minat Syiah di selatan Lubnan untuk menyertai mereka. Kebanyakan Syiah di Selatan Lubnan, samada bersama AMAL ataupun merupakan mantan komando PLO. Mereka telah menjadi komando PLO sewaktu zaman kegemilangan PLO di zaman 70'an menentang Zionis. Di bawah restu Khomeini dan juga Iran, para komando-komando tersebut akhirnya menyertai penyatuan Syiah yang baru ini. Mereka akhirnya telah dilantik menjadi para komando Majlis Syura Lubnan dan berjuang untuk tujuan revolusi Syiah. Usai penubuhan Majlis Syura Lubnan, pertempuran dengan tentera penjajah Zionis menjadi semakin intensif. Majlis Syura Lubnan akhirnya telah menggunakan syiar "Kami adalah Hizbullah (kumpulan Allah)" bersumberkan Surah al-Maidah (5): ayat 55-56.

Syiar atau moto ini akhirnya ditukarkan menjadi nama rasmi kepada kumpulan Syiah tersebut pada awal tahun 1984 menggantikan nama "Majlis Syura Lubnan".

"Hizbullah - Revolusi Islam Lubnan" telah dipilih oleh Majlis Syura Lubnan menjadi nama baru mereka. Walau bagaimanapun nama ini tidak dihebahkan kepada umum. Nama tersebut hanya popular di kalangan kepimpinan dan pejuang Hizbullah sahaja. Mereka lebih menonjolkan nama "Perjuangan Penentangan Lubnan" sahaja di dalam media dan di khalayak ramai. Mereka juga telah cuba menonjolkan diri mereka sebagai gerakan politik dan cuba menempatkan diri di dalam lanskap politik Lubnan.

Antara jasa Hizbullah kepada masyarakat Lubnan adalah keupayaan mereka untuk menghalau tentera rejim Zionis daripada Bairut dan selatan Beirut. Mereka juga telah berjaya membuatkan tentera-tentera Zionis berundur sehingga ke selatan Saida. Di Saida mereka telah membina pejabat rasmi Hizbullah. Di sana jugalah para pemuda Syiah yang lebih radikal telah mengambil keputusan meneruskan jihad melawan tentera Zionis tanpa memperdulikan strategi pertahapan Hizbullah di dalam peperangan. Kumpulan ini kemudiannya diketuai oleh Syeikh Ragheb Harb yang telah berjaya memimpin beberapa operasi melawan tentera Zionis. Di atas usaha para pemuda inilah akhirnya pengaruh Hizbullah telah merebak ke Selatan Lubnan.

Hizbullah dan kemerdekaan Selatan Lubnan 2000

Berdasarkan keputusan perundingan Philip Habib, para pejuang PLO terpaksa meninggalkan Lubnan secara beransur-ansur. Vakum perjuangan ini telah berjaya diisikan oleh Hizbullah. Di waktu kemunculan mereka, para pejuang ideologi lain seperti para pejuang Sosialis dan AMAL di bawah pimpinan Berri sudah lemah dan tidak berpengaruh lagi. Peluang ini telah diambil oleh Iran untuk memperhebatkan bantuan kepada Hizbullah untuk meluaskan pengaruh mereka dan memperhebatkan perjuangan menentang penjajahan rejim Zionis. Selain daripada bantuan latihan ketenteraan, Iran juga telah menyalurkan bantuan kewangan kepada Hizbullah. Sehingga 1987, dianggarkan jumlah bantuan Iran kepada Hizbullah mencapai 10 juta dollar sebulan. Bantuan kewangan ini telah dimanfaatkan sepenuhnya oleh Hizbullah untuk khidmat-khidmat sosial mereka.

Pelbagai sumber dari Iran telah dimanfaatkan oleh Hizbullah untuk melatih dan menerapkan fahaman jihad dan revolusi kepada generasi baru. Pada masa yang sama Hizbullah telah berjaya memenangi hati dan minda pengikut baru dan mengekalkan kesetiaan mereka melalui program bantuan sosial, hospital, klinik, pasaraya, restoran, koperasi, bantuan kewangan serta biasiswa kepada anak-anak mangsa perang. Kebajikan mangsa perang juga sentiasa diambil berat oleh Hizbullah. J.L. esposito di dalam bukunya "The Islamic Threat: Myth or Reality" telah memetik laporan yang mengatakan bahawa Hizbullah telah menyediakan biasiswa kepada lebih kurang 40,000 orang pelajar pada tempoh tersebut. Majoriti daripada pelajar-pelajar tersebut kini telah menjadi aktivis mereka dan juga para mujahidin.

Oleh kerana kerajaan Lubnan tidak mempunyai kekuatan ketenteraan yang hebat, maka kekuatan ketenteraan Hizbullah telah menjadi pelengkapnya. Rejim Zionis, walaupun telah berundur daripada Beirut, tetapi tetap menjajah selatan Lubnan. Kawasan yang didominasi oleh puak Syiah itu telah menjadi sebahagian daripada wilayah "Israel". Pada waktu inilah Hizbullah mula menunjukkan kehebatan mereka. Sepanjang tempoh penjajahan, Hizbullah telah melancarkan peperangan gerila terhadap tentera-tentera Zionis yang menduduki wilayah selatan tersebut. Bukan sekadar serangan di dalam Lubnan, Hizbullah juga telah melancarkan serangan ke atas kedutaan-kedutaan rejim Zionis di luar. Akhirnya, disebabkan kekelahan demi kekalahan dan juga kerugian nyawa yang semakin meningkat setiap hari, rejim Zionis terpaksa berundur dari Selatan Lubnan pada Mei tahun 2000. Pengunduran tentera rejim setelah menjajah Selatan Lubnan lebih 22 tahun tersebut telah mengharumkan nama Hizbullah dan telah meningkatkan lagi populariti mereka di mata rakyat Lubnan, terutamanya di kalangan pendudukan kawasan Selatan. Maka, tidak hairanlah sehingga kini, kawasan selatan Lubnan masih lagi menjadi kubu kuat para penyokong Hizbullah.

Hizbullah dan 1559

Kematian Rafiq Hariri, mantan Perdana Menteri Lubnan pada tahun 2005 telah merubah lanskap politik Lubnan. Syria telah dituduh terlibat di dalam komplot pembunuhan tersebut. PBB akhirnya telah mengeluarkan ketetapan 1559 yang menggesa Syria mengeluarkan tentera mereka yang berada di seluruh Lubnan demi mengawal Lubnan dari serangan Zionis. Ketetapan itu juga memaksa Hizbullah agar melucutkan senjata mereka demi keamanan di Lubnan. Syria terpaksa akur dengan tuntutan tersebut walaupun mereka tahu ianya akan membahayakan rakyat Lubnan sendiri. Malangnya agenda yang dipaksakan ke atas mereka ini telah berjaya mendapat sokongan rakyat Lubnan yang pro-AS sendiri.


Oleh kerana kerajaan Lubnan tidak mempunyai kekuatan ketenteraan yang hebat, maka kekuatan ketenteraan Hizbullah telah menjadi pelengkapnya.


Hizbullah pula, semenjak awal lagi telah menentang ketetapan tersebut. Mereka tahu bahaya yang bakal diundang jika mereka melucutkan senjata. Tindakan tersebut hanya akan menjadikan Lubnan berada di dalam keadaan yang sangat lemah dan amat terdedah kepada serangan Zionis. Inilah yang telah berlaku pada hari ini!

Kini, rejim Zionis menggunakan sepenuh kuasa lobinya dan juga media untuk memaksa UN membuatkan Hizbullah mematuhi ketetapan 1559.

Hizbullah dan HAMAS

Hizbullah mempunyai hubungan yang amat istimewa dengan HAMAS. Walaupun dari segi aqidah dan juga prinsip mereka berbeza, namun mereka sedang menghadapi situasi dan musuh yang sama. Kedua-dua pertubuhan tersebut mempunyai objektif yang sama, iaitu untuk memerdekakan al-Aqsa dan juga Palestin. Mereka sedang menghadapi musuh yang sama, iaitu penjajah Zionis. Di dalam keadaan seperti ini, kedua-dua kumpulan ini terpaksa melupakan perselisihan aqidah di antara mereka. Berbeza dengan hubungan Syiah-Sunnah di Iraq, hubungan di antara Hizbullah -HAMAS agak berbeza. Mereka bersetuju di antara satu sama lain di dalam banyak perkara, terutamanya yang berkaitan dengan isu penentangan terhadap rejim Zionis. Hubungan ini semakin dikuatkan dengan kunjungan-kunjungan dan juga perbincangan yang berterusan di antara kedua-dua buah pertubuhan pembebasan tersebut.


Walaupun dari segi aqidah dan juga prinsip mereka berbeza, namun mereka sedang menghadapi situasi dan musuh yang sama.


Di kala HAMAS dan rakyat Palestin dihukum oleh rejim Zionis, AS dan EU, Hizbullah telah bersikap pro-aktif. Usaha jahat rejim Zionis membunuh orang awam Palestin di Gaza, menculik para pemimpin kerajaan HAMAS, menangkap rakyat yang tidak berdosa pasca operasi "al-Wahm al-Mubaddad" tidak langsung mengundang reaksi daripada kebanyakan pemimpin-pemimpin umat Islam. Bukan sekadar tidak membantu, malah mereka juga bagaikan bisu dan tuli dengan tidak membuat apa-apa usaha mengutuk ataupun menggesa rejim Zionis agar menghentikan keganasan tersebut. Di kala rakyat Palestin bagaikan yatim piatu yang terbiar disiksa dan disembelih oleh rejim Zionis, pada waktu itulah Hizbullah terpakasa menunaikan janji persahabatan mereka. Tindakan mereka menyerang tentera Zionis di sempadan Lubnan merupakan usaha suci Hizbullah untuk melarikan tumpuan Zionis daripada terus menerus menyiksa rakyat Palestin. Walaupun Hizbullah tahu harga yang terpaksa dibayar, namun demi mengajar puak Zionis dan menyelamatkan nyawa lebih ramai rakyat Palestin di Gaza, mereka terpaksa melakukannya.

Ke mana seterusnya

Persoalan yang timbul, kemanakah seterusnya?, apakah kesudahan Hizbullah? Adakah mereka akan dapat bertahan dan menggempur tentera-tentera Zionis dan mengulangi kegemilangan mereka menghalau mereka seperti pada tahun 2000 yang lalu ? Berjayakah mereka menuntut supaya para tahanan mereka di dalam penjara-penjara Zionis sebagai pertukaran dengan dua orang tentera Zionis yang telah ditawan? Apakah mereka akan kalah dan berjaya dihapuskan terus dari bumi Lubnan seperti yang diimpikan oleh rejim Zionis ?

Jikalau soalan itu yang sedang kita fikirkan, maka ada soalan yang lebih besar lagi...kemanakah OIC ?, Ke manakah perginya para pemimpin umat Islam ?, ke mana juakah perginya semangat ukhuwwah di kalangan umat Islam ?, Apakah pemimpin-pemimpin umat Islam dan kerajaan mereka semuanya buta, tuli, pekak, pondan, pengecut, bengap, bahalol dan tiada "bola"?...hanya diktator-diktator yang korup di cooffee house yang bernama OIC sahaja yang mampu menjawabnya! "

http://palestinkini.info/modules.php?name=News&file=article&sid=1143
Asal Usul "Sejarah"

Ramai dari kita tahu bahawa perkataan 'sirah' (seperti Sirah Rasul etc) itu berasal dari perkataan arab 'seerah' yang membawa makna yang serupa. Jika sirah itu berasal dari bahasa arab, maka dari mana pula datangnya perkataan sejarah?

Sejarah juga adalah perkataan yang digunakan untuk menerangkan tentang asal usul perihal sesuatu perkara. Dengan kata lain apabila kita berbincang tentang sejarah perkara/individu X, maka kita berdiskusi mengenai 'its roots' (akar umbinya).

Maka tidak pelik dan tidak keterlaluan sebenarnya kita membuat spekulasi bahawa asal sebenar perkataan sejarah adalah 'pokok'. Pokok? Ya, POKOK. Pokok yang apabila kita telusuri kekuatannya, kita akan berjumpa dengan akarnya.

Pokok dalam bahasa arab disebut sebagai SHA-JA-RAH. Memang sesuai bagi sha-ja-rah(pokok) ini menjadi lambang bagi menerangkan asal usul sesuatu peristiwa/individu.

Justeru, terjawablah soalan dan terciptalah spekulasi bahawa perkataan 'sejarah' itu sendiri adalah perkataan Arab. Terbuktilah bahawa, warisan kita adalah suatu warisan Islam. Terima kasih kepada mubaligh mubaligh pedagang Arab dahulu yang hadir ke Selat Melaka untuk usaha perniagaan dan dakwah sejagat.

Tuesday, July 25, 2006

Elaun Makanan Khalifah Pertama

Elaun makanan Abu Bakr as-Siddiq r.a. ialah seekor kambing setiap hari.

1 ekor kambing = RM 400.00

Elaun makanan sebulan = (RM 400.00 / hari) x (30 hari/sebulan)
= RM 12,000.00

* penghargaan ummah kepada para pekerja Islam pada zaman kegemilangan Islam.

Thursday, July 20, 2006

Dialog Hari Jumaat

Duit seringgit telah bertemu dengan lima puluh ringgit dan bertanya:
"Oit,lama tak nampak, mana ko pergi?"

Lima puluh menjawab " aku pergi merata tempat. Pergi stadium tgk bola, naik STAR Cruise, gi KK naik AirAsia, lepak One Utama.. tempat2 cam tuh lah. Eh, ko camner lak?"

Duit seringit menjawab perlahan seraya menunduk, "hmm.. bosan.. balik balik tempat sama.. surau, masjid, surau... ".

Thursday, July 13, 2006

Menggapai Kesabaran dalam Perkahwinan

Pada zaman Khalifah Al-Manshur, salah seorang menterinya, Al-Ashma'i,
melakukan perburuan. Kerana terlalu asyik mengejar haiwan buruan, dia
terpisah dari kelompoknya dan tersesat di tengah padang sahara.

Ketika rasa haus mulai mencekiknya, di kejauhan dia melihat sebuah khemah.
Terasing dan sendirian. Dia memacu kudanya ke arah sana dan menemukan
penghuni yang memukau; wanita muda dan jelita. Dia meminta air. Wanita itu
berkata, "Ada air sedikit, tetapi aku persiapkan hanya untuk suamiku. Ada
sisa minumanku. Kalau engkau ingin, ambillah".

Tiba-tiba wajah wanita itu tampak berwaspada. Dia memandang kepulan debu
dari kejauhan. "Suamiku datang," katanya. Wanita itu kemudian menyiapkan
air minuman dan kain pembersih. Lelaki yang datang itu lebih mudah disebut
"manusia kasar". Seorang tua yang jelek dan menakutkan. Mulutnya tidak
henti-hentinya mengherdik isterinya. Tidak satu pun perkataan keluar dari
mulut perempuan itu. Dia membersihkan kaki suaminya, menyerahkan minuman
dengan khidmat, dan memimpinnya dengan mesra masuk ke khemah.

Sebelum pergi, Al-Ashma'i bertanya, "Engkau muda, cantik, dan setia.
Kombinasi yang jarang sekali terjadi. Mengapa engkau korbankan dirimu untuk
melayani lelaki tua yang berakhlak buruk".

Jawapan wanita itu mengejutkan Al-Ashma'i, "Rasulullah bersabda, agama itu
terdiri dari dua bahagian: syukur dan sabar. Aku bersyukur kerana Allah
telah menganugerahkan kepadaku kemudaan, kecantikan, dan perlindungan. Ia
membimbingku untuk berakhlak baik. Aku telah melaksanakan separuh agamaku.
Kerana itu, aku ingin melengkapi agamaku dengan separuhnya lagi, yakni
bersabar."

Empat Bidang Kesabaran

Kesabaran dapat melahirkan keajaiban. Salah satunya tergambar dalam kisah
di atas. Dengan kesabaran, wanita cantik tadi mampu berbakti kepada
suaminya yang berakhlak buruk. Sesuatu yang terkadang sukar dicerna oleh
rasional.

Tidak diragukan lagi, kesabaran adalah satu tiang penting dalam pernikahan
setelah lurusnya niat. Kekal tidaknya sebuah pernikahan sangat ditentukan
oleh seberapa jauh tingkat kesabaran yang dimiliki suami isteri. Makin
banyak bekal kesabaran yang dimiliki, maka akan makin kukuh pula bangunan
pernikahan yang dijalani. Tapi makin sedikit kesabaran yang dimiliki, maka
makin besar pula kemungkinan hancurnya sebuah pernikahan.

Demikian pentingnya sabar dalam pernikahan, ada orang mengatakan; "Bila
sebelum nikah kesabaran kita hanya satu, maka setelah nikah kesabaran kita
harus seratus." Persoalannya, kesabaran bagaimanakah yang harus kita miliki
dalam menjalani pernikahan?

Ada Empat Macam Bidang Kesabaran

Pertama :

Sabar menghadapi kekurangan pasangan. Pernikahan adalah kesimpulan terakhir
setelah seseorang mempertimbangkan semua kekurangan dan kelebihan pasangan.
Tidak pada tempatnya bila setelah menikah seorang suami mengeluhkan
kekurangan yang ada pada isterinya. Demikian pula sebaliknya. Masing-masing
harus menerima kekurangan atau kelebihan pasangannya dengan penuh
kesabaran. Pernikahan adalah perantaraan untuk saling melengkapi, bukan
untuk saling mengalahkan.

" Wahai sekalian manusia! Bertakwalah kepada Tuhan kamu yang telah
menjadikan kamu (bermula) dari diri yang satu (Adam) dan yang menjadikan
daripada (Adam) itu pasangannya (isterinya iaitu Hawa) dan juga yang
membiakkan dari keduanya zuriat keturunan, lelaki dan perempuan yang ramai
dan bertakwalah kepada Allah yang kamu selalu meminta dengan
menyebut-nyebut namaNya, serta peliharalah hubungan (silaturahim) kaum
kerabat; kerana sesungguhnya Allah sentiasa memerhati (mengawas) kamu. "

QS An-Nisaa' : 1

Salah satu hakikat sabar dalam pernikahan adalah menghilangkan keluh kesah
pada saat tidak enaknya menghadapi segala kekurangan. Tidak ada keluh kesah
selain pada Allah SWT. Kerana itu, Rasulullah SAW mengingatkan bahawa
sesiapa sahaja yang menikah kerana ketampanan atau kecantikan, maka satu
saat rupa tersebut akan menghinakannya. Kecantikan dan ketampanan itu
sementara sifatnya, tidak kekal. Ketika belum menikah, pasangan kita begitu
cantik, tapi setelah mempunyai anak maka kecantikan itu akan semakin
menurun untuk kemudian hilang sama sekali setelah tua. Tanpa adanya
kesabaran, sebuah rumahtangga tidak akan bertahan lama.

Kedua :

Sabar menghadapi godaan. Rumahtangga itu laksana perahu. Untuk mencapai
pula kebahagiaan di syurga, perahu itu harus belayar mengharungi luasnya
samudera masalah. Indahnya pernikahan analog dengan indahnya pantai. Namun
jangan lupa, sesiapa sahaja siapa yang bertolak dari pantai untuk
menyeberangi lautan, maka ia akan menemukan ganasnya ombak. Sesiapa saja
yang tidak membawa bekal dan persiapan yang matang, tidak mustahil bahtera
rumahtangganya akan karam ditelan gelombang.

Nikah adalah ikatan yang teramat suci lagi kuat, mitsaqan ghalidza,
sehingga jangan dinodai dengan saling menyakiti. Dalam Al-Quran, kata
mitsaqan ghalidza dipakai untuk menyebutkan ikatan antara Allah dengan
RasulNya. Tidak akan pernah sukses seorang suami yang sering menyakiti
isterinya. Walau awalnya bergelimang harta, sukses dalam kerjaya, tetapi
pada suatu saat ia akan menemui kehancuran. Begitu pula seorang isteri yang
tidak taat dan selalu menyakiti suaminya, hidupnya tidak akan berkah dan
bahagia.

Kerana itu, suami isteri harus mempunyai komitmen untuk saling setia.
Inilah hakikat mitsaqan ghalidza. Sehingga, menjaga tali pernikahan agar
tetap kukuh adalah jihad akbar. Arasy' tidak akan bergoncang saat seseorang
meninggalkan shaum wajib, tidak akan bergoncang saat seseorang lalai dalam
sholat, namun ia akan bergoncang tatkala sepasangan suami isteri memutuskan
untuk bercerai.

Pernikahan itu menandai bersatunya darah daging suami dan isteri. Kerana
sudah bersatu, maka tidak mungkin lagi ada rahsia. Syurga boleh terbuka
kerana pernikahan, dan neraka pun boleh terbuka lebar kerana pernikahan.
Orang yang menyayangi isteri atau suaminya, mereka akan disayangi Yang Maha
Penyayang. Rasulullah SAW bersabda;

" Orang-orang yang kasih sayang (al-rahimun) akan dikasih sayangi oleh yang
Maha Kasih Sayang (Al-Rahman). Kerana itu kasih sayangilah manusia dibumi
maka Dia yang di langit akan kasih-sayang kepadamu".

Ketiga :

Sabar menghadapi kekurangan dan keterbatasan rezeki . Berapa pun rezeki
yang kita dapat , kita harus mampu mensyukurinya . Dengan syukur itulah
Allah akan menolong rumahtangga kita dan melipat gandakan rezeki yang kita
dapatkan . Allah SWT berfirman ;

" Sesungguhnya jika kamu bersyukur , pasti Kami akan menambah ( nikmat)
kepadamu , dan jika kamu mengingkari ( nikmatKu), maka sesungguhnya azabKu
sangat pedih "

QS Ibrahim : 7

Keempat :

Sabar menghadapi keluarga dari pihak suami atau isteri. Dalam sebuah
hadith, Rasulullah SAW mengungkapkan bahawa pernikahan itu mengawali
bertemunya dua keluarga besar . Kerana pertemuan dua keluarga, maka yang
nikah bukan aku , tetapi kami . Berkaitan dengan hal ini , Imam Syafi 'i
menganjurkan agar orang tua memilihkan jodoh untuk anaknya , dengan catatan
anaknya harus saling mencintai .

Sesiapa pun yang akan menikah, maka ia harus sedia mempunyai dua ayah dan
dua ibu . Ia pun harus bersedia menghurmati mertua sebagaimana menghurmati
kedua orangtuanya.

"Wahai sekalian manusia! Bertakwalah kepada Tuhan kamu yang telah
menjadikan kamu (bermula) dari diri yang satu (Adam) dan yang menjadikan
daripada (Adam) itu pasangannya (isterinya iaitu Hawa) dan juga yang
membiakkan dari keduanya zuriat keturunan, lelaki dan perempuan yang ramai
dan bertakwalah kepada Allah yang kamu selalu meminta dengan
menyebut-nyebut namaNya, serta peliharalah hubungan (silaturahim) kaum
kerabat; kerana sesungguhnya Allah sentiasa memerhati (mengawas) kamu."

QS Az-Zumar : 10

Sabar adalah sebuah kenescayaan. Kerana itu, dalam QS Az-Zumar Ayat 10,
Allah SWT menjanjikan pahala luar biasa bagi orang yang sabar. Sesungguhnya
hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa
batas.

Wallahua'lam.

" Wahai Tuhanku, aku tak layak ke SyurgaMu, namun tak pula aku sanggup ke
nerakaMu, ampunkan dosaku, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkaulah
Pengampun dosa² ku. Amin Ya Rabbal'alamin "

Lawyers set up group to defend Islam

Fauwaz Abdul Aziz
Jul 13, 06 2:00pm

About 100 Muslim lawyers attended a meeting at the Federal Territory
Syariah Court building yesterday to form a group, Peguam Pembela Islam
(PPI) or Lawyers in Defence of Islam, to counter what they termed as
concerted efforts to attack Islam.

Top on the PPI agenda is to tackle the 'partisan stand' taken by the Bar
Council on cases of apostasy from Islam. In the long term, PPI also seeks
to counter moves by certain quarters to 'liberalise' the Federal
Constitution.

"Cognisant of the recent attacks against the religion of Islam, a group of
Muslim lawyers held a meeting today to take action to defend the position
of Islam in this country," former Bar president Zainur Zakaria told a press
conference held after the three-hour meeting.

"Some quarters have questioned and challenged the position and status of
Islam in this country by using the argument that the human rights of
individuals is higher than Islam," he added.

Zainur (left) heads the pro tem PPI committee that includes Kamar Ainiah
Kamaruzaman, Zulkifli Nordin, Shamsuriah Sulayman, Zaiton Othman, Mohd
Razi, and 10 other senior civil and syariah lawyers.

At a Federal Court hearing on the appeal of Christian convert Lina Joy, the
Bar Council, for which lawyer Malik Imtiaz Sarwar held a watching brief,
was questioned on its 'partisan stand' on the Lina Joy case.

To strengthen Islam

In an earlier proceeding, Malik had submitted that Article 11 of the
constitution pertaining to religious freedom allowed Joy to declare the
religion of her choice without being certified to do so by the Islamic
religious authorities.

Zulkifli, representing the Muslim Youth Movement of Malaysia, argued that
the Bar did not have the mandate to assert its position either for or
against the case before the court.

Zulkifli also contested that Malik's submission was not representative of
the Bar's 4,000 Muslim members.

Bar Council president Yeo Yang Poh later came out to express the Council's
full support of the 'partisan stand' as stated by Malik.

At yesterday's meeting, PPI committee members said a resolution on the
matter has acquired the endorsement of more than 50 Muslim laywers and will
be sent to the Bar Council very soon.

During the meeting, which also saw the participation of several Muslim
non-governmental organisations, Zulkilfli said that Muslim lawyers should
seek to strengthen Islam within the framework of the Federal Constitution
and laws within the country.

"If (certain groups) want the constitution to be liberalised, we want the
constitution to be strengthened to reflect the supremacy of Islam," said
Zulkifli.

Zulkifli (left), who decried the non-chalant attitude of many Muslim
lawyers and NGOs on the issue, also said that apostasy has far reaching
implications for the Muslim community.

Among the implications of allowing Muslims in this country to apostasise,
he argued, was religion could become arbitrarily interpreted and practiced
in any manner chosen by its adherents.

Persons professing the faith at any point in time could choose to declare
their apostasy from the religion in order to escape Islamic legislation,
said Zulkifli, referring to proscriptions against adultery, fornication and
other matters.

Zulkifli also said religious bodies such as the Department of Islamic
Development (Jakim) and the various state departments and councils of
Islamic religious affairs would become powerless.

The prerogative of the Malay rulers would also be non-existent as matters
of religion provided for by the Federal Constitution would no longer be
under the powers of the sultans, he said.

Most importantly, Zulkifli added, Muslims could no longer be assured that
their children would abide by the tenets and practice of Islam once the
doors to apostasy to those who reached the age of majority were open.

He also said that apostasy also throws into question the constitutional
definition of the Malay, which has been based on the practice of Malay
customs, the use of the Malay language, and the adherence to the Islamic
faith.

Media Massa

Media Massa

Macam mana Siti Nurhaliza boleh tersangkut
Dengan Dato K umur sikit sudah lanjut
Sedangkan ramai jejaka hensem macam Robert Redford
Itulah cinta dari hujung kaki hingga hujung rambut
Macam tajuk lagu Siti yang tengah hot
Wartawan pun kenapa bikin ribut-ribut
Sehingga kes cerai Dato K pun dia orang report
Dato K pun dah tak sabar-sabar dia takut kerepot
AlAttas ambik kesempatan tulis buku macam Da Vinci Code
Tajuk dia tak berapa nak elok "Dah Itchy Kot?"

Itulah berita hangat dari biasa
Nak bagi laku suratkhabar mereka
Semuanya gosip dan sensasi belaka
Tak caya tengok cerita Mawi dan x-tunang Ina
Macam mana Mawi putus tunang budak Felda
Kita pun beli sebab nak tahu cerita
Tapi itulah kesukaan orang kita
Artikel yang ilmiah tak suka baca
Suka masuk sampah sarap dalam minda
Sebab tu begitu laku majalah Mangga
Kita ingat buah mampelam rupanya buah dada
Dan majalah lain seperti Gila-gila dan Mastika
Cerita hantu dan jin tak ada langsung nilai sastera
Dan begitu juga novel-novel remaja
Tak habis-habis cerita fantasi cinta
Semakin khayal dibuatnya remaja kita
Kita ingin tanamkan minat membaca
Tapi bukan baca bahan yang rosak minda
Dahlah di TV tunjuk artis terkinja-kinja
Tak cukup dengan Akademi Fantasia
Kita masukkan rancangan Mencari Cinta
Yang surirumah terpaku tengok telenovela
Kurang sekali orang menonton Forum Perdana
Apalagi Bicara Menteri itu memang propaganda
Sebab 10 yang dicakap 1 pun susah nak percaya

Golongan intelek kena kaji peranan media massa
Dalam menentukan arah tuju sesebuah negara
Lihatlah impak filem P Ramlee bintang lagenda
Banyak cerita beliau seperti Penarik Beca
Digambarkan kebakhilan dan sombong orang kaya
Orang miskin selalu jadi baik dan dianaiya
Sebab tu orang Melayu lebih suka jadi miskin dan papa
Dihipnotis P Ramlee dalam minda kita
Mungkin P Ramlee tidak bermaksud demikian rupa
Itu mungkin dia punya Getaran Jiwa.

Keris Silau
July 13 2006

Bilangan penonton RTM meningkat 10 peratus




KOTA KINABALU 11 Julai - Radio dan Televisyen Malaysia (RTM) berjaya
meningkatkan bilangan penonton beritanya sebanyak 10 peratus berikutan
pendekatan barunya menyiarkan berita mengenai selebriti.


Timbalan Menteri Penerangan, Datuk Ahmad Zahid Hamidi berkata, langkah itu
adalah sebagai usaha terbaru RTM untuk menarik penontonnya bagi
mendapatkan liputan berita secara menyeluruh.


Katanya, bagaimanapun ia dibuat mengikut keutamaan pemberitaan berdasarkan
pengalaman Menteri Penerangan, Datuk Zainuddin Maidin sebagai bekas
seorang wartawan.


''Siapa yang tidak mahu mendengar perkembangan mutakhir terutama di
kalangan selebriti, kalau secara kebetulan ia merupakan selebriti itu,
maka itulah yang akan dipaparkan.


''Syukur bilangan penonton kini meningkat dan mengikut kajian oleh AC
Nielsen, berita RTM mempunyai bilangan penonton seramai 500,000 orang,"
katanya.


Beliau berkata demikian pada sidang akhbar selepas menyampaikan taklimat
K-Bestari di Wisma Dang Bandang di sini, hari ini.


Turut hadir Menteri Pertanian dan Industri Makanan negeri yang juga Exco
Penerangan negeri, Datuk Abdul Rahim Ismail.


Zahid mengulas mengenai pendekatan RTM sejak kebelakangan ini yang turut
sama mengambil kesempatan memaparkan isu putus tunang juara Akademi
Fantasia 3, Asmawi Ani.


Mengulas lanjut, beliau berkata, RTM tidak berniat untuk bersaing dengan
sistem televisyen lain dengan hanya mementingkan isu-isu polemik atau
kontroversi.


Sementara itu, beliau berkata, negeri ini akan mendapat liputan radio dan
televisyen yang lebih baik berikutan pemasangan beberapa menara pemancar
dalam Rancangan Malaysia Kesembilan (RMK-9).


Katanya, pada masa ini liputan siaran radio yang berada sekitar 90 peratus
dan televisyen 80 ke 85 peratus akan dapat ditingkatkan kepada 100 peratus
dan 90 peratus.


''Cuma bagi kawasan terlalu pedalaman dan pergunungan yang melibatkan kos
tinggi, kita terpaksa menunggu lagi," katanya.


Bagaimanapun kata beliau, bagi mengatasi masalah itu, RTM merancang
mendapatkan kerjasama dengan pihak televisyen berbayar, Astro bagi
membantu meningkatkan keupayaan liputan di negeri ini.

Tuesday, July 11, 2006

Parables from the Qur'an

Author: Unknown

Sharing one ayaat from Al-Quraan that really touches my heart

"....sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan
seakan-akan mereka belalang yang berterbangan.....(54:7)"

There must be a reason why Allah sebutkan belalang dalam ayat tu. While
searching in the internet, found the following:

In the verse above the unbelievers are reminded that they will be
resurrected and that will be a difficult day for them. Imagine, billions of
men rising from the dead, coming out of their graves! Confusion,
perplexity, fear, remorse ? Everybody on his own. The only help is from
God. The day when high offices, families, riches and possessions have no
value.. the day of no return!

The resurrected are likened to locusts, why particularly locusts?
Recent researches benefiting of micro cameras conducted by a systematic
observation on insects have given us an idea about the reason for the
selection of locusts as example. To begin with swarms of locusts, billions
of them together give the impressions of a vast rain cloud without end, a
black mass stretching far and wide many kilometers! Locusts bury their eggs
in the earth and their larvae spend some time under the ground before they
eventually emerge to the surface.

Take for instance the locusts, part of the fauna of New England, USA; in
the month of May of the year in which they attain their 17th year, these
insects emerge from under the ground where they had been living for years
and years. Suppose, you tell a man: "We'll shut you up in a dark cell
without a wrist-watch and you'll have no contact whatsoever with the
outside world and you'll be released at the end of the 17th day," it is
very doubtful that he will be able to know exactly the time when he will be
out.

There is a similarity between locusts and men.

-After a long time

-Under the ground

-Altogether

-Densely crowded

-They rise to the surface of the earth

The parables and metaphors in the Quran are many. These figures of speech
is to help us to understand better the hidden meanings of the verses.

43-And such are the parables we set forth for the people, but only those
understand them who have knowledge.

29-TheFemale Spider,43

27-We have put forth for the people every kind of parable in this Quran
that they may take heed.

39- The Throngs, 27